Penciptaan Calon Wirausaha” Dalam Rangka Optimalisasi Potensi Daerah Yang Dapat Digunakan Untuk Membangun Kemandirian Ekonomi

Irwan Christanto Edy, Shandy Marsono, Heriyanta Budi Utama

Abstract


Kemandirian ekonomi daerah sangat tergantung kepada jumlah wirausahawan  yang ada didaerah. Faktor penghambat kemandirian ekonomi adalah rendahnya wirausahawan dan meningkatnya pengangguran. Pengangguran merupakan permasalahan sosial yang membutuhkan penanganan yang serius karena akan berdampak pada permasalahan sosial lainnya seperti kriminalisme, kemiskinan dan penyakit masyarakat. Salah satu solusi mengatasi pengangguran adalah program kewirausahaan. Program kewirausahaan dimulai dari jenjang pendidikan formal, sehingga program pendidikan kewirausahaan bagi siswa untuk mempersiapkan calon wirausaha merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi penggangguran. Pendidikan kewirausahaan berbasis sekolah sangat tepat dialokasikan pada jenjang pendidikan SMK, karena lulusan SMK merupakan lulusan yang dipersiapkan kerja di masyarakat. Program Pengabdian Masyarakat merupakan program kegiatan perguruan tinggi untuk meningkatkan kapabilitas lembaga/institusi/perusahaan dalam mengatasi permasalahan di masyarakat. PPM bagi siswa SMK ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, membangun sikap mental, memberikan ketrampilan dan pendampingan kewirausahaan siswa. Kewirausahaan berbasis sekolah artinya kewirausahaan yang mengoptimalkan seluruh sumber daya sekolah baik sarana prasarana, guru, karyawan, komite dan semua pihak yang bersinggungan dengan pendidikan di sekolah SMK. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan memberikan pelatihan dan pendampingan pada siswa SMK. Dalam kegiatan ini Tim pelaksana bermitra dengan SMK Negeri 7 Surakarta Jawa Tengah. Kegiatan yang memberikan hasil  yaitu (1) meningkatnya penegtahuan tentang wirausaha (2) meningkatnya motivasi dan minat siswa untuk wirausaha, (3) meningkatnya ketrampilan dalam mengelola usaha. Kegiatan ini akan sangat memberikan manfaat bagi siswa sebagai calon wirausaha yang berhasil

Full Text:

PDF

References


Arismunandar. (2006). Pengembangan Kewirausahaan Sekolah, Direktorat Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Buchari, (2006). Kewirausahaan Sekolah Berbasis Kreativitas dan Inovasi, Direktorat Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Binsar A. Hutabarat. (2010). Karakter bangsa, dulu dan kini, dari file:///G/karakter_bangsa_dulu_dan_kini.html. diunduh 27 April 2010.

Borg R Walter, Gall Mredith D, (1989), Educational research, an intruduction,Routledge, New York.ogdan, Robert C, Biklen, Knopp Sari, (1982),Qualitative Research fo Eduactin, An Int

Hakim, Rusman. (1998). Dengan Berwiraswasta Menepis Krisis: KonsepMembangun Masyarakat Entrepreneur Indonesia, Alex Media Komputindo,Jakarta.

Hers. Richard H. et al. (1980). Model of moral education: An Appraisal. NewYork: Longman Inc.

Kao, John, (1989), Entrepreneurship, Creativity & Organization, Harvad BusinessSchool, Prentice Hall, Englewood, New Jersey.

Ki Tyasno Sudarto. (2007). “Pengembangan nilai-nilai luhur budi pekerti sebagai karakter bangsa” dari file/H./Pengembangan/ 20 Nilai-nilai/20Luhur/20Budi/Pekerti. Diakses 12 Maret 2010.

Maksum dan Luluk YR. (2004). Paradigma pendidikan universal di era modern dan post modern, Yogyakarta: Penerbit Sarasin.

Magnis Suseno Frans. (1987). Etika dasar; masalah-masalah pokok filsafat moral, Jakarta: Penerbit Kanisius.

Mas’ud Machfoedz (2004). Iklim Organisasi Kreatif, Manajemen USAHAWAN Indonesia, No. 09/TH XXXIII September 2004.

Rusman, Hakim, (1998). Dengan Berwiraswasta Menepis Krisis: Konsep Membangun Masyarakat Entrepreneur Indonesia, Alex Media Komputindo, Jakarta.

_____. (2007). Kewirausahaan Sekolah Berbasis Kreativitas dan Inovasi, Direktorat Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Wasana Nyata © 2019 Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat