TATACARA PENDIRIAN KOPERASI SYARIAH/BMT DI KAMPUNG MINAPADI, KALURAHAN NUSUKAN, SURAKARTA
(1) STIE Adi Unggul Bhirawa Surakarta
(2) STIE Adi Unggul Bhirawa Surakarta
(3) STIE Adi Unggul Bhirawa Surakarta
(*) Corresponding Author
Abstract
non perbankan misalnya koperasi. Awalnya koperasi merupakan soko guru perekonomian di Indonesia. Lambat laun keberadaan koperasi makin menurun kredibilitasnya. Mungkin dampak dari persaingan antar
lembaga keuangan yang saling berebut untuk mendapatkan nasabah, Namun sekarang masyarakat sudah mulai sadar bahwa meminjam perlu memperhatikan kemanfaatannya dan dampaknya baik di dunia dan di
akhirat. Yang paling berbahaya adalah dampak terhadap aqidah umat Islam. Kondisi ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab seperti rentenir. Mereka memanfaatkan kemiskinan dengan memberikan pinjaman dengan mudah dan cepat tanpa agunan dengan konsekuensi bunga yang tinggi. Praktek rentenir yang menjerat hingga saat ini masih terjadi baik di desa maupun di kota. Meskipun kegiatan ini dengan tegas dilarang dalam agama Islam, dan juga tidak dibernarkan oleh pemerintah melalui undang-undang perbankan
No.10 tahun 2008 yang mengatur siapa saja yang boleh memberikan pinjaman kepada masyarakat, namun mereka masih tetap bergeriliya dimana-mana. Di Minapadi Kalurahan Nusukan Banjarsari Surakarta. Keberadaan pra koperasi di sini dianggap masyarakat yang sebagian besar berumat islam menganggap pra koperasi ini perlu di rubah menjadi pra koperasi syaraiah, agar dalam pelaksanaannya nanti merasa lebih nyaman. Dengan adanya workshop mengenai pendirian Koperasi Jasa Keuangan Sariah masyarakat sangat antosias untuk segera membentuk, karena sebelumnya pra  koperasi di masyarakat belum memenuhi kaidah islam. Maka tujuan didirikannya Koperasi Jasa Keuangan Sariah tidak hanya bersifat materialistis semata tetapi juga mempunyai tujuan yang  sangat mendasar yaitu mengamalkan AlQuran melalui ekonomi Islam dalam memberantas kemiskinan, memajukan ekonomi mikro, mendidik umat agar giat bekerja, jujur, memakmurkan masyarakat sekitar. Disamping itu dengan adanya Koperasi Jasa Keuangan Sariah  diharapkan dapat menjalin kerjasama, saling menolong antara masyarakat yang kelebihan dana dengan yang kekurangan dana.
Keywords
Full Text:
UntitledReferences
Ikatan Akuntan Indonesia. (2009). Standar Akuntansi Keuangan Syariah Dewan Standar Akuntansi Keuangan Jakarta Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI Nomor 91/Kep/M.Kukm/IX/2004 Tahun 2012. Tentang Koperasi tentang Petunjuk Pelaksanaan Koperasi Jasa Keuangan Syariah
Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RINomor 35.3/Per/M.Kukm/X/2007 tentang Petunjuk Kesehatan Koperasi Jasa Keuangan Syariah
Ridwan, Ahmad Hasan,2014;â€Instrumen Lembaga Keuangan Syariahâ€, Bandung, Pustaka Bany Quraisy
Undang-undang No.17 Th 2015
DOI: https://doi.org/10.36587/wasananyata.v3i2.517
Article Metrics


Refbacks
- There are currently no refbacks.
Wasana Nyata ©  Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat |