“Eco- Creative Village” Pemanfaatan Botol Bekas Menjadi Kreasi Bunga Di Desa Gebang, Masaran, Sragen

Aris Tri Haryanto(1*) , Septiana Novita Dewi(2) , Adnan Terry Suseno(3) , Jarot Santosa(4) , Anggoro Panji Nugroho(5)


(1) Universitas Dharma AUB Surakarta
(2) Universitas Dharma AUB Surakarta
(3) Universitas Dharma AUB Surakarta
(4) Universitas Dharma AUB Surakarta
(5) Universitas Dharma AUB Surakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui program “Eco-Creative Village: Pemanfaatan Botol Bekas Menjadi Kreasi Bunga” menjadi salah satu solusi yang relevan dan aplikatif. Program ini mengintegrasikan konsep kepedulian lingkungan (eco-friendly) dengan kreativitas masyarakat dalam mengolah limbah botol plastik menjadi produk kerajinan berupa bunga hias yang bernilai estetika dan ekonomis. Pemanfaatan botol bekas sebagai bahan dasar kerajinan diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah plastik sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R). Dengan demikian, program ini tidak hanya berdampak pada kebersihan dan kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema Eco-Creative Village sangat penting untuk dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab permasalahan nyata di masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan desa yang lebih peduli lingkungan, kreatif, mandiri, serta berkelanjutan, khususnya di Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan baik dan mendapatkan respon positif dari masyarakat Desa Gebang, khususnya peserta kegiatan. Program Eco-Creative Village mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah plastik secara ramah lingkungan melalui pemanfaatan botol bekas. Peserta kegiatan memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah botol plastik bekas menjadi kreasi bunga yang memiliki nilai estetika dan potensi nilai ekonomi. Kegiatan ini berkontribusi dalam mengurangi volume sampah plastik di lingkungan desa serta menumbuhkan budaya peduli lingkungan. Program ini juga berpotensi menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk kerajinan berbasis limbah plastik.

Keywords


Eco-Creative Village; PKM; Limbah Plastik; Desa Gebang

Full Text:

PDF

References


Adisasmita, R. (2013). Pembangunan Perdesaan: Pendekatan Partisipatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Daryanto, & Suprihatin, A. (2013). Pengantar Pendidikan Lingkungan Hidup. Yogyakarta: Gava Media.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2020). Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Jakarta: KLHK.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). New Jersey: Pearson Education.

Mardikanto, T. (2014). Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.

Nugroho, R. (2018). Pembangunan Berkelanjutan dan Ekonomi Kreatif. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Slamet, M. (2003). Pemberdayaan Masyarakat. Bogor: IPB Press.

Suryani, T. (2017). Manajemen Pemasaran Strategik Bank di Era Global. Jakarta: Prenadamedia Group.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah




DOI: https://doi.org/10.36587/wasananyata.v10i1.2246

Article Metrics

Abstract views: 11 | PDF views: 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 
Wasana Nyata ©  Jurnal Pengabdian Pada MasyarakatWeb AnalyticsView Statistics